Subhanallah!! Meski Lumpuh, Sugiarto Tetap Mengajar Ngaji Para Anak-anak Kecil ini

Banyumas: Belasan anak kecil berbondong-bondong menuju rumah mungil bercat putih sederhana itu. Mereka lantas masuk ke kamar Sugiarto. Di dalam kamar itu, mereka mengaji dengan bimbingan pria 39 tahun yang terbaring di tempat tidur, di Dukuh Pucung, Desa Karangbawang, Kecamatan Ajibarang, Banyumas.

Apa yang dilakukan Sugiarto ini mengharukan. Ia tetap mengajar ngaji anak-anak tetangganya meski sejak 17 tahun lalu tubuhnya lumpuh akibat tertabrak bus sepulang mengaji dari Pondok Pesantren di Cilongok. Sugiarto bertutur, waktu itu dia sudah memiliki beberapa santri. Akibat kecelakaan itu, empat bulan lebih aktivitas mengajinya berhenti total. Namun setelah itu, ia pun kembali menjalani aktivitasnya seperti biasa, meski dari tempat tidur.

"Pesan guru saya, jangan berhenti berbuat kebaikan. Karena saya hanya bisa mengajar mengaji sedikit-sedikit, maka saya mengajar ngaji meskipun harus dilakukan dengan kondisi seperti ini," kata Sugiarto, ketika ditemui di kamarnya, kemarin. "Tidak ada kesulitan. Saya tetap bisa mengajar mengaji sebisa saya," katanya, mantap.

Anak yang masih belajar mengaji Iqro, akan berdiri dan mendekat ke Sugiarto. Posisi Iqro didekatkan sedemikian rupa sehingga Sugiarto bisa membimbing langsung dengan tuding yang terbuat dari bilah bambu kecil.

Ada pun yang sudah membaca Alquran dengan lancar, maka ia membacakan surah dan ayat yang akan dibacanya, beserta halaman di Alquran. Setelah menunggu sebentar, Sugiarto pun mencari surah dan ayat dimaksud di halaman yang disebut. "Surat Al Anbiya ayat 7 sampai 11," kata seorang anak, tegas.